surga tersembunyi di pantai glagah wangi tambak bulusan demak

pantai glagah wangi tambak bulusan demak – Setiap wisatawan yang singgah di Kabupaten Demak hampir jamak mengatakan pantai yang terkenal hanyalah Morodemak. Namun bisa dipastikan masih sedikit yang mengenal Pantai Glagah Wangi.
Padahal pantai ini begitu sempurna dengan keindahan panoramanya yang dikelilingi hutan mangrove. Pantai eksotis ini memiliki garis pantai sepanjang tiga kilometer. Hamparan pasir hitam dari laut tidak menempel di kaki bila diinjak.
Di sepanjang garis pantainya, sejauh mata memandang berjejer rapi deretan bakau. Burung-burung kuntul menyebar disana-sini. Sedimentasi yang menimbun berjuta-juta butiran tanah telah membentuk tanah timbul yang menghalangi air laut merendan hutan mangrove. Deburan riak ombaknya semakin menambah elok pantai.
Itulah pesona alam yang dimiliki Pantai Glagah Wangi, surga tersembunyi di Desa Tambakbulusan Kecamatan Karangtengah, Demak. Pantai yang masih perawan ini memang belum banyak diketahui baik wisataman maupun masyarakat Kota Wali.


Padahal potensi wisata bahari yang dimiliki pantai ini tidak kalah dengan Morosari di Desa Bedono Kecamatan Sayung maupun Pantai Morodemak di Desa Purworejo Kecamatan Bonang.
Akses menuju ke pantai terbilang mudah meski infrastruktur masih perlu ditingkatkan. Dari arah Semarang, pengunjung langsung belok ke kiri setelah melintasi jembatan Wonokerto. Perjalanan kurang lebih lima kilometer sampai menemukan Balai Desa Tambakbulusan.

akses rute arah jalan menuju pantai glagah wangi tambak bulusan demak

Akses jalan menuju desa sudah beton, hanya saja lebarnya tidak bisa dilintasi dua mobil dari arah berlawanan secara bersamaan. Disana kelompok pegiat lingkungan maupun perangkat desa dapat menyediakan fasilitas perahu bermotor dengan daya tampung sekitar 10 orang.
Penjabat Kepala Desa (Pj Kades) Tambakbulusan, Soetrisno (60) mengatakan, kelebihan Pantai Glagah Wangi adalah hutan mangrove yang tumbuh alami selama puluhan tahun lalu. Pengunjung dapat bermain pasir yang sering disinggahi burung kuntul bila menjelang petang.
‘’Hutan mangrove disini tumbuh sejak saya masih kecil. Belum lama ini, desa kami juga didatangi dari Whiteland (NGO dari Belanda) untuk kepentingan survei pemasangan hybrid engineering,’’ katanya.
Sejauh ini, pihak desa masih mempersiapkan konsep desa wisata dengan menggandeng Kelompok Sumber Bago, kelompok pegiat lingkungan. Meski masih membutuhkan peningkatan infrastruktur, namun pihaknya telah berkomitmen mengalokasikan sejumlah anggaran guna memberikan kenyamanan bagi pengunjung.
Kaur Umum, Abdul Fattah menambahkan, tahun ini pihak desa berencana membangun tiga gazebo yang dapat digunakan pengunjung untuk menikmati keindahan hutan mangrove. Anggaran itu akan dialokasikan dari pos pemberdayaan dana desa (DD) sebesar Rp 150 juta.
Ke depan, konsep pengelolaan wisata pantai beserta hutan mangrove akan diarahkan dengan membentuk badan usaha milik desa (BUMDes). Selain menambah pendapatan bagi desa, tentu dapat meningkatkan perekonomian warga sekitar.
‘’Warga nantinya bisa berjualan aneka makanan maupun souvenir atau dapat menjadi pemandu wisata. Sementara ini fasilitas tersebut masih dipersiapkan,’’ imbuhnya.

pantai tambak bulusan - logo bumdes - Letak Arah kec mojoagung kab jombang dari arah madiun - foto pantai tambak bulusan - tambak bulusan wonokerto - wisata di tambak bulusan - tambak bulusan demak - rekreasi bulusan demak - puisi bakpia - Penginapan di jati wangi subang -